https://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/issue/feedPROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoral2026-06-22T03:20:10+00:00Paulus Pedro Langoday, S. Fil.pedjackyull@gmaill.comOpen Journal Systems<p data-start="427" data-end="733"><strong data-start="427" data-end="481">PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoral</strong><br data-start="481" data-end="484" />PROPHETA adalah jurnal yang diterbitkan oleh <a href="https://stpsantopetruska.ac.id/">Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua</a> dan dikelola oleh LPPM. Jurnal ini memuat artikel penelitian, kajian ilmiah, dan refleksi akademik di bidang pendidikan agama, kateketik, dan pastoral.</p> <p data-start="735" data-end="816"><strong data-start="735" data-end="746">P-ISSN:</strong> <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2301-4040">2301-4040</a><br data-start="755" data-end="758" /><strong data-start="758" data-end="769">E-ISSN:</strong> <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3063-6000">3063-6000</a><br data-start="779" data-end="782" /><strong data-start="782" data-end="796">Frekuensi:</strong> Juni dan Desember</p> <p data-start="818" data-end="978">PROPHETA pertama kali terbit dalam bentuk cetak pada tahun 2015 dan berlanjut secara konsisten hingga kini, serta tersedia dalam format online sejak tahun 2021.</p> <p data-start="980" data-end="1029"><strong data-start="980" data-end="995">Makna Nama:</strong> <em data-start="996" data-end="1006">Propheta</em> (Latin) berarti “nabi”</p>https://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/215ANALISIS TEOLOGI FEMINIS MARIE CLAIRE BARTH-FROMMEL ATAS EKSPLOITASI SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PUB ELTRAS MAUMERE2026-05-25T02:22:03+00:00Theobaldus Armando Seranserantheos5@gmail.comPaskalis Mau Pelukalispelu@gmail.comYosef Mario Ambasanmarioambasan4@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus diskriminasi dan eksploitasi seksual terhadap perempuan pekerja pub Eltras Maumere melalui perspektif teologi feminis Marie Claire Barth-Frommel. Kasus ini menunjukkan adanya ketidakadilan gender, kekerasan struktural, serta praktik eksploitasi yang merendahkan martabat perempuan sebagai ciptaan Allah yang setara. Penelitian ini penting untuk mengungkap bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan dan refleksi atasnya berdasarkan prinsip teologi feminis Frommel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis kritis. Data diperoleh melalui observasi secara langsung dan keterlibatan dalam penanganan kasus, studi pustaka, analisis berita serta kajian teologi feminis Frommel mengenai martabat laki-laki dan perempuan dalam hermeneutika kecurigaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus eksploitasi seksual terhadap perempuan pekerja pub Eltras Maumere merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang dipengaruhi oleh budaya patriarki, dan relasi kuasa yang menempatkan perempuan sebagai objek eksploitasi ekonomi serta seksual. Penelitian ini mengemukakan tiga pokok analisis dalam teologi feminis Marie Claire Barth-Frommel, yakni kritik terhadap budaya patriarki yang melanggengkan dominasi laki-laki, ketidakadilan struktural, serta penegasan bahwa tubuh perempuan merupakan subjek yang bermartabat. Penelitian ini juga mengemukakan implikasi teologis penting yakni; laki-laki dan perempuan sebagai citra Allah yang setara, pengalaman perempuan sebagai <em>locus theologicus</em>, dan hermeneutika kecurigaan sebagai jalan pembebasan terhadap struktur yang menindas perempuan. Dengan demikian, teologi feminis Barth-Frommel memberikan dasar kritis emansipatoris untuk membela martabat perempuan.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoralhttps://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/208PERAN HATI NURANI DALAM PEMBENTUKAN MORAL KRISTIANI DI ERA DIGITAL PADA ORANG MUDA KATOLIK (OMK)2026-05-25T04:11:34+00:00Klara Pasomboklarapasombo@gmail.comMartha Kadambamarthakadamba@gmail.comPatrio Tandianggapatrio@stikpartoraja.ac.idSofia Aprillia Putrisofiaaprilliaputrihans@gmail.com<p>Penelitian ini berupaya untuk menelaah fungsi hati nurani dalam membentuk moralitas Kristiani pada Orang Muda Katolik di era digital, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan dunia maya. Metode yang dipakai ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis untuk menangkap pengalaman serta refleksi moral Orang Muda Katolik secara nyata dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles-Huberman. Temuan menunjukkan bahwa hati nurani memiliki peran yang cukup krusial sebagai suara batin yang membantu Orang Muda Katolik agar dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menjadi acuan dalam membuat keputusan moral, terutama saat menggunakan media sosial. Di tengah derasnya aliran informasi serta ancaman negatif seperti hoaks, hedonisme, dan budaya instan, hati nurani berfungsi sebagai penyaring moral yang membantu dalam menentukan sikap dan tindakan Orang Muda Katolik. Sehingga, agar dapat mencapai tujuan tersebut, hati nurani memerlukan pembinaan yang berkelanjutan melalui pendidikan iman, refleksi pribadi, serta partisipasi dalam komunitas Gereja. Upaya pembinaan dapat dilakukan lewat pendekatan reflektif?kritis, pendalaman spiritual, komunitas iman, serta peningkatan literasi digital berbasis nilai Kristiani. Dengan demikian, pembentukan moral Kristiani di era digital menekankan pada pentingnya kualitas pembinaan hati nurani yang terarah, agar Orang Muda Katolik dapat bertindak dengan bijaksana, bertanggung jawab, dan setia pada nilai?nilai iman di tengah kemajuan teknologi.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoralhttps://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/219DUNIA KEHIDUPAN MAHASISWA DI ERA LIQUID MODERNITY: STUDI FENOMENOLOGIS DAN TEOLOGIS ATAS PRAKTIK MENULIS BUKU HARIAN2026-06-08T01:46:18+00:00Kristophorus Ukatkristoukat1978@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan memahami dunia kehidupan (<em>lifeworld</em>) mahasiswa STP St. Petrus Keuskupan Atambua sebagaimana direfleksikan melalui pengalaman menulis buku harian di era <em>liquid modernity</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif berdasarkan perspektif Alfred Schutz dan konsep <em>liquid modernity</em> dari Zygmunt Bauman. Subjek penelitian terdiri atas 14 mahasiswa aktif yang dipilih secara <em>purposive</em> berdasarkan kebiasaan menulis refleksi pribadi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis secara fenomenologis-hermeneutik melalui reduksi fenomenologis, identifikasi tema, interpretasi makna dan refleksi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya dihayati sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai pengalaman eksistensial yang ditandai oleh kelelahan fisik dan emosional, kecemasan masa depan, tekanan sosial, distraksi media digital dan pergulatan identitas diri. Buku harian dimaknai sebagai ruang refleksi eksistensial yang membantu mahasiswa mengelola emosi, memahami diri dan menemukan makna hidup. Penelitian ini juga menemukan bahwa relasi keluarga, solidaritas komunitas asrama dan spiritualitas keseharian menjadi sumber ketahanan batin mahasiswa dalam menghadapi tekanan kehidupan modern yang cair dan tidak stabil.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoralhttps://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/210MODEL PEMBENTUKAN HATI NURANI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF THOMAS AQUINAS2026-05-25T13:44:11+00:00Felisitasya Lalanfelisikarangan@gmail.comIndry Felyani Danielindryfelyani@gmail.comJulia Anwarfrasiska910@gmail.comPatrio Tandianggapatrio@stikpartoraja.ac.id<p>Penelitian ini merumuskan model pembentukan hati nurani berdasarkan pendidikan karakter menurut Thomas Aquinas dalam konteks pendidikan keagamaan Katolik di Indonesia, yang bertujuan untuk menghadapi tantangan individualisme, relativisme nilai, dan sekularisme digital pada generasi muda. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber yang bersifat teologis, filosofis, dan pedagogis yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan hermeneutik. Temuan dari analisis ini menunjukkan bahwa pembentukan hati nurani menurut Thomas Aquinas fokus pada dua gagasan utama, yaitu synderesis sebagai kecenderungan alami manusia menuju kebaikan, dan conscientia sebagai penerapan nyata dari akal dalam pengambilan keputusan yang bersifat moral. Model yang dirumuskan menyoroti pentingnya pengintegrasian nilai-nilai keutamaan Kristiani dalam Pendidikan karakter. Penelitian ini bersifat konseptual dan merupakan studi permulaan, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut yang berbasis empiris untuk menguji sejauh mana model ini efektif dalam konteks Pendidikan yang sebenarnya.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoralhttps://www.jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/223MENGATASI KRISIS LITERASI MELALUI KEMITRAAN SEKOLAH DAN KELUARGA: STUDI PADA SISWA SDK SANTO MIKHAEL BALUREBONG2026-06-19T02:31:01+00:00Lazarus Nimo Lui Semukilazarus.semuki@gmail.comEmilia Dolorosa Taekemilia.1taek@gmail.comYoseph Lodowik Deki Dauyos10.74dau@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mengatasi krisis literasi serta dampaknya terhadap prestasi akademik siswa di SDK Santo Mikhael Balurebong, Kabupaten Lembata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berlangsung melalui komunikasi rutin, pembagian laporan hasil belajar, pendampingan belajar di rumah, serta program membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan waktu orang tua, rendahnya intensitas komunikasi, serta minimnya fasilitas literasi di rumah. Faktor pendukung utama meliputi kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan dan adanya program literasi sekolah yang konsisten. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi yang lebih intensif mampu meningkatkan motivasi membaca, pemahaman bacaan, dan hasil belajar siswa secara bertahap. Oleh karena itu, penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga melalui komunikasi berkelanjutan, pembinaan orang tua, dan penyediaan lingkungan literasi yang kondusif menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas literasi dan prestasi akademik siswa di daerah terpencil.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoral